Pernahkah kau merasa..

Bahwa seringkali, kita sudah terlalu terbiasa untuk menuding. Memang, bisa jadi apa yang kita tudingkan ke orang/sesuatu itu benar adanya. Tapi yang lebih sering terjadi adalah, berusaha mencari-cari alasan/pembenaran demi mengikuti ego semata..


  • Nilai ujian jelek.

”Ah dosennya ngajarnya ga enak, ga becus, ga ngasih latian soal, suaranya ga kedengeran, ga ini ga itu pokoknya ga enaaaaaaakkk~~~~~ Jadi jelek kan nilainya  >,<”


  • Saat deadline laporan/tugas/amanah sudah didepan mata atau bahkan sudah lewat batas waktunya

“Komputernya error terus nih, si fulan (rekan kerjanya)  gabut doang sih,…”


  • Anak kecil jatoh kepentok meja

Biasanya sang ibu akan bilang, ”Cup cup cup, jangan nangis ya sayang, mejanya emang nakal nih, sini biar mama pukul mejanya -_-”. Kasian si meja jadi tumbal :P


  • Bahkan kehancuran mahligai rumah tangga pun tak jarang memunculkan orang ketiga sebagai kambing hitamnya.

Read More »

Tadi malam saya bermimpi. Bukan mimpi yang indah, membingungkan malah. Mimpinya adalah, saya sedang di bandung dan tiba-tiba mendapat kabar bahwa salah satu orang terpenting dalam hidup pergi meninggalkan saya selama-lamanya. Dalam mimpi, saya ingat betul bahwa saya berharap ini hanyalah mimpi, saya minta tolong, tolong ‘dibangunkan’ dari mimpi tersebut, tapi seseorang dalam mimpi itu berkata bahwa itu kenyataan.

Dan cepat atau lambat, mimpi itu bisa jadi akan terjadi. Siap atau tidak siap. Sedih memang, karna saya tidak tahu kapan saya akan siap. Tapi, dari mimpi itu saya jadi mengerti, mungkin Allah ingin mengingatkan saya akan jatah usia yang mungkin tidak akan lama lagi.


Alhamdulillah, terimakasih ya Allah :’)

*beberapa jam menuju jakarta*

Terkadang, tanpa kita sadari, ada seseorang yang menangis dikarenakan kata-kata yang kita ucapkan.. Astaghfirullah.. *status fb salah seorang teman, sebut saja riry*

Saya jadi mikir, sepertinya, saya pernah menyakiti hati seseorang juga. Entah itu melalui lisan, tulisan (sms, status,postingan,wall,dll) ataupun tingkah laku. Jika ada yang merasa seperti itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, setulus-tulusnya.

Menjadi ‘barisan sakit hati’ itu tidak enak. Memendam rasa kecewa atau sedih itu tidak baik, bisa berujung pada penyakit hati seperti iri, dengki, dendam dll.

kalo kata Aa Gym nih,

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti

Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati

Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk

Akhlak kian terpuruk, jadi makhluk terkutuk..


saling mengingatkan ya kawan, yuk berhusnuzhan :’)